Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Kemdikdasmen) mengambil langkah strategis. Caranya dengan menggagas pengenalan berpikir komputasional dan kecerdasan artifisial sejak jenjang PAUD.Gagasceria Preschool di Kota Bandung pun didapuk menjadi salah satu sekolah percontohan nasional untuk inisiatif penting ini.Melalui kegiatan bertajuk "Lesson Study: Pengembangan Berpikir Komputasional dan Kecerdasan Artifisial" yang digelar di sekolah tersebut pada Jumat, 12 September 2025, pemerintah pusat bersama para pemangku kepentingan pendidikan di daerah berkumpul untuk merumuskan langkah konkret.Acara ini dihadiri oleh jajaran penting dari Direktorat PAUD, di antaranya Widyaprada Ahli Utama Ir. H. Djajeng Baskoro, M.Pd., Dra. Mareta Wahyuni, M.Pd., Efendi Veranton Simamora, S.Kom., M.H., Devi Rahmawati, dan Deni Irawan.Turut hadir perwakilan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Riany Ariesta, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bandung dan sejumlah kepala sekolah TK.Widyaprada Ahli Utama, Djajeng Baskoro, menekankan bahwa membiasakan anak dengan berpikir komputasional sejak dini akan menjadi fondasi untuk meningkatkan kecerdasan mereka. Menurut Djajeng proses belajar yang terjadi secara komunal di antara teman sebaya akan semakin mengasah kemampuan tersebut.“Kalau kita sering membiasakan anak-anak sejak dini berpikir komputasional dan kecerdasan artifisial, maka kecerdasannya akan semakin meningkat, apalagi mereka belajar di antara teman-temannya,” kata Djajeng di sela kegiatan.Sekolah ini yang didatangi oleh perwakilan
Kemdikdasmen ini menjadi percontohan bersama 20 sekolah lain dari berbagai provinsi di Indonesia. Penunjukan ini bukan tanpa alasan, sekolah tersebut dinilai memiliki komitmen kuat untuk menjadi lembaga pendidikan yang adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan zaman.
Ketua yayasan sekolah tersebut Rostiany Harahap, meluruskan persepsi umum mengenai penerapan teknologi pada anak usia dini. Ia menegaskan bahwa esensi dari program ini bukanlah tentang mengenalkan gawai, melainkan membangun pola pikir.“Berpikir komputasional di preschool bukan soal penggunaan teknologi untuk anak, tetapi tentang pengembangan cara berpikir logis, sistematis, dan komunikasi yang efektif,” ujar Rostiany.
Kegiatan Lesson Study ini menjadi bukti nyata adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga penjaminan mutu, dan satuan pendidikan.Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi-inovasi pembelajaran yang mampu menyiapkan generasi penerus bangsa menjadi pribadi yang kritis, kreatif, dan sistematis dalam berpikir, sebagai bekal utama menghadapi masa depan.Dari sebuah ruang kelas sederhana di Bandung, sebuah gagasan besar untuk pendidikan Indonesia kini mulai bersemi. Melalui Lesson Study, pembelajaran yang lebih bermakna bagi generasi emas Indonesia terus ditumbuhkan.
Sumber Artikel berjudul " Ditjen PAUD Kemdikdasmen Dorong Berpikir Komputasional Sejak Dini ", selengkapnya dengan link: https://koran.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-3039642841/ditjen-paud-kemdikdasmen-dorong-berpikir-komputasional-sejak-dini?page=2
link artikel: https://koran.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-3039642841/ditjen-paud-kemdikdasmen-dorong-berpikir-komputasional-sejak-dini